Sabtu, 25 April 2009

Hai Matahariku

Duhai Matahariku...
jadikanku salah satu planet-Mu
berputar dalam lingkaran cinta-Mu
hingga ku tak sadarkan diri

Selasa, 02 Desember 2008

OBAT BAGI PENYAKIT CINTA PERTAMA

Rindu adalah keinginan untuk berjumpa sang kekasih. Obat bagi orang yang di sakit rindu adalah:

1. Ramuan cinta
tiada yang dapat mengobati hati yang di rindu cinta kecuali dengan cinta itu sendiri. Obat bagi cinta adalah dengan cinta. Dikisahkan ada seorang pangeran mahkota dari keluarga kerajaan yang menderita sakit yang sangat parah, maka dipanggilah semua tabib kerajaan yang mempunyai keahlian dalam segala pengobatan, namun sang putra mahkota tidak dapat juga disembuhkan. Lalu seorang menteri menyarankan kepada baginda raja untuk memanggil seseorang di negeri seberang yang diketahui mempunyai ilmu pengobatan yang sangat mujarab. Lalu sang tabib dari negeri seberang itu memeriksa penyakit putra mahkota namun tidak dijumpai hal yang bersangkutan dengan ilmu pengobatan, denyut nadi nya tak beraturan, detak jantungnyajuga kacau. Kemudian sang tabib meminta sang raja memanggil semuadayang-dayang kerajaan untuk menghadap dan saat itu sang tabib menyebut satu persatu nama para dayang namun pada saat nama salah satu dayang disebut denyut nadi dan detak jantung sang pangeran bertambah cepat seperti orang yang baru berlari jauh. Dan sang tabib mengulangi lagi cara tersebut tetapi setiap nama sang dayang tadi disebut lagi-lagi denyut nadi dan detak jantung putra mahkota seperti tadi tak karuan. Sang tabib pun berkesimpulan bahwa sang putra mahkota mengidap penyakit rindu yang akut karena mereka jatuh cinta namun tak dapat bertemu hingga membuat seluruh tubuh dan jiwa nya tersiksa dan disarankan pada sang raja agar mereka disatukan. Dan setelah mereka bersatu sakit sang pangeran pun pulih kembali.

Akal tak sampai meniti langit
Apa yang dirasa tak dapat dilidah
Waktu yang berganti tiada dapat kembali
Kesempatan yang hilang sudah sirna

Manis bukanlah rasa
Namun sebuah identitas
Kala ia berubah pahit
Namun dia tetap yang manis

Siapa yang menduga esok
Tiap waktu ada penjaganya
Sekarang diselimuti bumi
Namun esok bisa saja diselimuti langit

Ada dua di dunia ini
yang jika dipunyai
Diri serasa tak ada di dunia
yaitu mencintai dan dicintai

Bukan dosa mencinta
Anugerah yang tiada terbilang
Angin dapat berhembus karena cinta
Dan kematian pun datang karena cinta.

2. Ramuan kesabaran

Sabar dalam penantian adalah kunci jiwa. diri yang sabar penuh pengharapan akan pertemuan dengan sang kekasih akan merasa ketentraman yang dahsyat. Namun ada orang yang sabar dalam ketiadaan kesabaran karena rindu di hati begitu membara. sabar orang yang dirindu membara adalah kesabaran yang tak tertahankan.

Sabar ku tak tertahankan
berhembus tak tergoyahkan
sesak di dada menyeruak hebat
hingga diri tak lagi kuat

haii cinta
perjumpaan akan denganmu penuh misteri
seandainya dibolehkan diriku untuk bunuh diri
untuk bertemu dengan mu di taman asmara
namun bunuh diri bukanlah jalannya para pecinta

Kamis, 27 November 2008

Gurindam 12 Raja Ali Haji

Disini ada beberapa petuah dari Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat, di Negeri Melayu Riau:

Gurindam I

Ini gurindam pasal yang pertama:

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia melarat.

Gurindam II

Ini gurindam pasal yang kedua:

Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua temasya.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III

Ini gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.

Gurindam IV

Ini gurindam pasal yang keempat:

Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah fikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V

Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI

Ini gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII

Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII

Ini gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX

Ini gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X

Ini gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI

Ini gurindam pasal yang kesebelas:

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.

Gurindam XII

Ini gurindam pasal yang kedua belas:

Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.

LANJUTAN PENYAKIT CINTA 1

rindu membara merupakan tungku yang membakar cinta hingga mengeluarkan uap dan asap asmara yang menggelembung dahsyat ingin berjumpa dengan yang dicinta. Rindu yang membara dapat membawa yang disakit rindu menuju kematian raga namun jiwanya akan hidup mengembara kepada yang dirinduinya. Jenis rindu ini merupakan Rindu nya para Kekasih sejati.

Yang kedua adalah Rindu Terpendam. Jenis penyakit rindu ini merupakan keinginan untuk perjumpaan untuk sekali laginya karena adanya kesan yang mendalam sang si sakit saat perjumpaan di masa yang lampau dahulunya dengan yang dirindu. Rindu terpendam menyebabkan kesan yang dahsyat jika rasa rindunya telah terpenuhi dengan sempurna. Jenis rindu ini merupakan penungguan yang penuh dengan senyuman akan yang dirindu.

Yng ketiga adalah Rindu Sekejap. Ini rindu merupakan rindu yang tak berkelana pada sang dirindu. Rindu yang hanya di bibir saja bukan di hati yang terbakar asmara dan kasih sayang. Kebanyakan para manusia memiliki jenis ini.

Selasa, 25 November 2008

PENYAKIT CINTA 1

Penyakit cinta yang pertama adalah rindu. Kerinduan bisa memuncak ke dalam hati hingga semua yang ada di sekitar yang merindu hampa adanya. Makan serasa tak enak, tidur tak nyenyak, jiwa serasa sesak, minum pun serasa onak, berjalan tak kuat bergerak, duduk pun pinggang serasa berat di pundak pokoknya semuanya tak enak. rindu itu pun terbagi dalam beberapa kategori:
pertama, rindu membara. rindu membara bagaikan panah yang membius jiwa, orang yang melanda kerinduan semacam ini menderita jiwa dan badan. pandangan matanya begitu tajam berkelana kepada yang dirinduinya.
(bersambung nanti kita bahas lagi lebih mendalam, lagi ngantuk mau tidur dulu yahhh)

Minggu, 23 November 2008

Buat Yang Putus Cinta

Saat buah hati yang jatuh ke dasar hampa
Dada terasa sesak tak terperi
Biar... biar bayangan khan berlalu
Akan ada malaikat cinta yang lepas sayapnya
Untuk turun ke hatimu

Berjuta bintang di langit
Jika jatuh satu di ujung kelam
Masih bergantungan beribu cinta suci di sana
Yang akan terbang ke pangkuanmu

Kamis, 21 Agustus 2008

Jika dunia membutuhkan hati
mungkin perang dan caci tiada kan ada
putuskan lah sesuatuyang ada di dirimu
dengan waktu yang telah diberikan padamu